PENCIPTAAN TARI BEDAYA SANGGA BUWANA

  • karju karju Institut Seni Indonesia Surakarta
  • Hadawiyah Endah Utami Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta
  • Eko Supriyanto Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta
Keywords: Tari, Bedyaya, sangga buwana,budayalocal

Abstract

Ide dan gagasan penciptaan Karya tari Bedaya sangga Buwana terinspirasi oleh keberadaan bentuk tari bedaya yang tumbuh dan berkembang yang adhiluhung, Bedaya Sangga Buwana merupakan karya baru yang ditarikan oleh 10 penari putri, menggunakan gerak tradisi gaya Surakarta dengan pengembangan memadukan gaya tari yang lain, sehingga menjadi bentuk baru, namun tidak meninggalkan esensinya. Diharapkan karya tari Karya tari Bedhaya  “Sangga Buwana” yang ditarikan 10 penari putri dengan tema ‘rasa syukur atas kebesaran kekuasaan Sang Qaliq. Nama sangga Buwana diambil dari salah satu bangunan berbentuk menara yang konon sebagai ruang ‘meditasi’ bagi sang raja berkomunikasi dengan Kanjeng Ratu Kidul (penguasa pantai Selatan). Secara harafiah Sangga berarti topang dan Buwana berarti alam semesta, Sangga Buwana dapat diartikan menjaga kelestarian semesta alam atau “Memayu Hayuning Bawana”. Dalam keyakinan Jawa berarti Manunggaling Kawula Gusti, hal tersebut peneliti menjadi sumber inspirasi latar belakang penciptaan karya tari “Bedaya sangga Buwana”.Garap gerak menggunakan elemen pengembangan gerak tari tradisi gaya Surakarta. Karya tari Bedaya Sangga Buwana mampu memberikan apresiasi bagi masyarakat luas, dan merupkan revitalisasi genre bedhaya gaya Surakarta. Potensi Inovasi: Karya Tari Bedaya Sangga Buwana merupakan hasil pengembangan dari tari bedaya yang sudah ada, diantaranya pengembangan dalam garap pola lantai, rias dan busana, garap tembang yang yang dilakukan oleh penari (tunggal maupun kelompok) yang tidak lazim pada tari bedhaya, serta pengembangan pola struktur iringan atau music tarinya. Sehingga tari Bedaya sangga Buwana diharapkan memiliki nilai vareasi lebih dibandingkan dengan model sajian tari bedaya yang konvensional. Nilai Lokal: Tari Bedaya Sangga Buwana merupakan sebuah repertoar tari putri tradisi gaya Surakarta, Mangkunegaran, Kasultanan dan Pakualaman Yogyakarta bahkan Kasultanan Cirebon yang mengangkat esensi nilai budaya lokal. Nilai budaya tersebut mencerminkan kekhasan dari local jenius, dengan masih menggunakan vokabuler tradisi. Dengan demikian jelas bahwa karya tari Bedaya Sangga Buwana sangat kental dengan esensi budaya lokal, seiring dengan konsep tradisi yang berkembang sesuai dengan tuntutan jamannya.

Published
2019-08-16